• Pembukaan Musyawarah Besar IV KOSGORO 1957 Tahun 2021


  • Musyawarah Besar III DPP Gerakan

    di Lingkungan KOSGORO 1957 Tahun 2021


  • MUSPINAS VII KOSGORO 1957 TAHUN 2021


  • Audiensi PPK KOSGORO 1957 Dengan BPIP

    Januari 2021


  • ORIENTASI DAN TATAP MUKA KADER KOSGORO 1957 TINGKAT NASIONAL TAHUN 2020


  • RESEPSI HUT KOSGORO 1957 KE 63 TAHUN 2020

    GRAHA KOSGORO 1957, KOMPLEKS INSTITUT BISNIS DAN INFORMATIKA KOSGORO 1957


  • Ziarah makan Alm Mas Isman dalam rangka HUT ke 63 KOSGORO 1957 Tahun 2020

  • PPK KOSGORO 1957 menyerahkan bantuan alat rapid test kepada BNPB,

    dalam rangka membantu Pemerintah mengurangi penularan pandemi Covid19 di Indonesia


  • MUBES III KOSGORO 1957
    Tahun 2013, Kosgoro 1957 menyelenggarakan Musyawarah Besar III

    yang di hadiri dan dibuka langsung oleh Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.


  • Penutupan MUSPINAS V KOSGORO 1957 Tahun 2019


  • Mukernas KOSGORO 1957 Tahun 2017


  • KOSGORO 1957 PEDULI
    KOSGORO 1957 hadir di tengah-tengah Masyarakat terdampak Covid 19 untuk membantu mereka.

  • PEMBUKAAN MUSPINAS VI KOSGORO 1957

    Pembukaan Muspinas VI Kosgoro 1957 Tahun 2020.

MANIFESTO

MANIFESTO KOSGORO 1957

Dalam Deklarasi KOSGORO 1957 pada 8 Februari 2003, telah mengantarkan kesamaan tekad seluruh kader KOSGORO secara Nasional dengan menyatakan diri bernaung dalam KOSGORO 1957, yang memiliki visi yaitu : Memperkokoh keberadaan KOSGORO 1957 sebagai organisasi kemasyarakatan yang handal dan profesional yang mampu mewujudkan cita-cita perjuangan bangsa untuk membangun masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan panduan jiwa dan semangat Pengabdian-Kerakyatan-Solidaritas.

Misi KOSGORO 1957 adalah tanggung jawab perjuangan organisasi yang harus dilaksanakan dalam kehidupan berorganisasi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hakekat dari misi KOSGORO 1957 adalah pesan Mas Isman agar setiap kader KOSGORO bekerja sungguh - sungguh dengan semangat “ Urusilah hal-hal kecil secara nyata, dengan begitu hal-hal yang besar sendirinya akan menjadi terurus. “

Dengan semangat itu KOSGORO 1957 merupakan benih unggul yang jatuh pada bumi yang subur KOSGORO 1957 merupakan partner yang kritis bagi Pemerintah dan teman baik TNI dan POLRI, kekuatan kemasyarakatan serta kekuatan politik. Dalam rangka merealisasikan visinya, maka KOSGORO 1957 menegaskan misi perjuangannya melalui revitalisasi pelaksanaan fungsinya sebagai organisasi kemasyarakatan baik dalam program organisasi, komitmen aspiratif, atribut organisasi maupun perubahan lambing organisasi. Dalam rangka itu, maka KOSGORO 1957 memiliki misi perjuangan sebagai berikut :

PERTAMA : Kemantapan keberadaan dan kiprah kemasyarakatan KOSGORO 1957 sebagai organisasi kemasyarakatan, apabila konsolidasi organisasi berlangsung berkelanjutan, bertahap dan berencana. Konsolidasi merupakan kunci pembenahan pada semua tingkatan hirarki organisasi KOSGORO 1957. Konsolidasi organisasi akan meningkat dan mengembangkan menejemen organisasi secara profesinal dan modern, Menejemen organisasi ditentukan oleh sumber daya kader dan sumber daya lainnya dalam organisasi. Karena basis KOSGORO 1957 adalah rakyat dan perjuangannya adalah lingkup masyarakat, maka perumusan kebijakan program haruslah selalu diarahkan sesuai visi organisasi yang berorentasikan kepada perjuangan kebangsaan dan kerakyataan kemampuan daya juang organisasi dalam kaitan internal maupun eksternal organisasi.

Konsolidasi organisasi juga mencakup bidang kelembagaan, keanggotaan yang mencakup konsolidasi dan pengembangan kader serta penggalian serta pendayagunaan dana di setiap tingkatan organisasi. Gerakan konsolidasi organisasi harus selalu berbijak pada wawasan pembaruan dan pengembangan organisasi sesuai dengan tuntutan perkembangan masyarakat dan lingkungan. Arah konsolidasi KOSGORO 1957 bukan saja untuk menjawab tantangan jaman tetapi juga untuk mendorong program kegiatan organisasi sesuai dengan tujuan reformasi bangsa secara menyeluruh yang 11 dilangsungkan secara gradual, sistematis, fundamental dan konstitusional yang diabdikan bagai kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Dalam era globalisasi dan pelaksanaan otonomi daerah, maka struktur organisasi KOSGORO 1957 dari tingkat pusat sampai ke daerah haruslah bersifat demokratis dan fleksibel.Kemampuan KOSGORO 1957 harus selalu ditingkatkan untuk menjawab pelung dan tantangan yang mincul dalam era globalisasi maupun otonomi daerah. Secara khusus perlu ditekankan agar kader KOSGORO 1957 di daerah-daerah siap mengambil inisiatif dalam partisipasi pembangunan di wilayahnya masing-masing. Karena semakin berhasil konsolidasi organisasi ini melaksanakan perjuangan kerakyatannya.

KEDUA : Tingkat keberhasilan organisasi KOSGORO 1957, sangat ditentukan oleh tingkat kualitas dan kreatifitas para penyelenggara organisasi ini, dengan arahan program yang berencana dan dengan dukungan barisan kader yang handal dan professional. Membangun barisan kader organisasi sebagai kader bangsa yang merupakan pejuang yang menjadi milik bangsa Indonesia, sehingga kader KOSGORO 1957 harus tanggap atas tuntutan aspirasi dan harapan rakyat. Kader KOSGORO 1957 harus terus menjaga hubungan dengan semua potensi bangsa khusunya partai politik, TNI dan POLRI dalam sinergi gerakan KOSGORO 1957, kaderisasi dan konsolidasi pengkaderan menjadi penting untuk mampu menghasilkan kader-kader yang berkualitas, professional, bertaqwa, tanggap terhadap aspirasi masyarakat dan patriotik. Program kaderisasi juga harus menghasilkan kader-kader yang rasional, militan, tak kenal lelah, tanpa pamrih dan bermoral kerakyatan. Seleksi rekrutmen anggota kader berdasarkan pertimbangan kebutuhan, kualitas, pengabdian, integritas, dan prestasi (merit system) bukan atas dasar kolusi dan nepotisme. Kader yang teruji akan memberikan kontribusi terbaik bagi kejayaan organisasi dan perjuangan kerakyatan. KOSGORO 1957 menerima secara terbuka semua lapisan masyarakat menjadi anggota dan kader. Oleh karenanya perhatian pada kegiatan kaderisasi organisasi menjadi perhatian yang seksama bagi KOSGORO 1957.

KETIGA : Pemerataan dan perluasan kesempatan kerja yang layak dan kesempatan berusaha adalah harapan hidup bangsa, yang patut menjadi perioritas perhatian agar terbangunnya kehidupan berkebangsaan yang layak. Dengan demikian, akan tercipta suasana kehidupan kebangsaan yang aman, tertib, bermoral dan sejahtera. Kualitas hidup sebagai bangsa, akan dapat terus ditingkatkan, sehingga, akan lahir generasi penerus bangsa yang berkualitas dan memiliki daya saing signifikan dalam persaingan hidup antar bangsa. Kesempatan kerja dan kesempatan berusaha, sebagai kegiatan yang saling mengisi dan saling menghidupi hanya mungkin dapat terbuka, apabila mesin ekonomi nasional dengan laju pertumbuhan yang signifikan.Laju pertumbuhan perekonomian nasional membutuhkan politik ekonomi dari pemerintahan yang dipadukan dengan potensi bangsa yang ada. Keterpurukan ekonomi dalam dasawarsa ini pada kenyataannya telah menimbulkan banyak masalah nasional, dengan pengiriman tenaga kerja non skill ke berbagai Negara ekonomi maju yang acap kali menimbulkan masalah kemanusiaan dan martabat bangsa, gizi buruk, kelaparan, pertanian gagal panen, berkembangnya premanisme dan kriminalitas dan berbagai bentuk kerawanan sosial lainnya.Upaya membuka dan memperluas peluang kerja dan peluang berusaha, bagi KOSGORO 1957 harus dimulai dari kegiatan internal organisasi dengan mendorong bidang-bidang kegiatan yang terkait dengan pembangunan dan pengembangan, ekonomi dari potensi internal 12 yang ada, melalui kegiatan sektoral terkait bidang ekonomi. Secara bertahap, upaya membuka peluang dan perluasan di kedua kesempatan itu akan kian meluas, sesuai dengan perkembangan ekonomi nasional.

KEEMPAT : Upaya mewujudkan ekonomi kerakyatan sesungguhnya telah menjadi prioritas dalam dinamika perjuangan KOSGORO 1957. Konsep ekonomi kerakyatan adalah konsep yang menempatkan rakyat sebagai fokus utama kegiatan ekonomi Negara dan masyarakat. Pemberdayaan ekonomi rakyat berkaitan secara erat dengan kemampuan dan sistem ekonomi yang dijalankan. Karena itu untuk meningkatkan kemakmuran rakyat ,seluruh rakyat harus mendapat jaminan kesempatan yang sama dan adil dalam memperoleh akses kesejahteraan kehidupan. Sistem dan kebijakan ekonomi yang berorentasi pada pemberdayaan rakyat haruslah mampu memberi perlindungan dan dorongan untuk maju bagi rakyat Indonesia yang tidak mampu, yang tidak memperoleh kesempatan pendidikan ataupun yang terbelakang. Sesungguhnya harkat dan martabat rakyat terkait secara erat dengan tingkat kesejahteraan kehidupan mereka, maka upaya peningkatan harkat dan martabat berhubungan langsung dengan peningkatan kesejahteraan melalui kegiatan ekonomi. Karena itu, KOSGORO 1957 harus memberi perhatian yang lebih besar dalam mewujudkan demokrasi ekonomi untuk memberdayakan usaha kecil, menengah dan koperasi yang berdaya tinggi. Juga harus diatasi persoalan kesenjangan ekonomi antara individu atau kelompok kaya, miskin, antar gender,antar desa-kota, antar jawa, luar jawa. antar pusat-daerah. Dalam kaitan pelaksanaan otonomi daerah, semua kader KOSGORO 1957 berkewajiban mengemban wawasan dan visi ekonomi daerah, sehingga ikut berjuang mewujudkan keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran rakyat daerah dalam kesatuan sistem ekonomi nasional. Di tingkat Negara, hubungan ekonomi antar bangsa harus mampu meningkatkan kemampuan daya saing ekonomi nasional sehingga pola hubungan ekonomi yang tercipta bukan saja bersifat saling menguntungkan tetapi juga mampu menigkatkan harkat dan martabat seluruh rakyat Indonsia.

KELIMA : Memberi perhatian yang lebih besar untuk bidang pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang berpikiran cerdas, professional, bersifat mandiri, berjiwa patriotik dan bersifat tolong menolong. Kedepan KOSGORO 1957 harus tetap konsisten membangun sarana dan prasarana pendidikan sekolah dan luar sekolah yang dapat menciptakan manusia Indonesia yang berkualitas tinggi. Mutu manusia Indonesia yang prima, yang diperoleh melalui sistem pendidikan yang berkualitas, akan menjadi sumber daya negara yang penting ketika sumber daya alam menjadi makin langka.Bagi KOSGORO 1957, pendidikan harus dipandang sebagai upaya jangka panjang bersama untuk meningkatkan harkat dan martabat rakyat sekaligus untuk mempertahankan integritas bangsa Indonesia. Dalam tataran praktis, pendidikan juga diharapkan untuk menggali dan mengoptimalkan potensi dan kekuatan daerah dan lingkungan guna menegakkan keadilan dan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia. Kualitas sumber daya manusia pada akhirnya akan meningkatkan daya saing manusia Indonesia dalam era globalisasi, yang semakin didominasi oleh perkembangan ilmu pengetahuan tehnologi dan informasi. Struktur tenaga kerja yang makin didominasi sumber daya manusia yang berkualitas tinggi akan mengubah dan memperkuat struktur ekonomi Indonesia menuju posisi Negara yang terhormat dalam lingkungan negaranegara maju dan beradab. 13 Karena itu dalam pandangan KOSGORO 1957, pendidikan Indonesia haruslah mampu secara imbang memadukan kualitas kecerdasan rasional dan emosional, memelihara keseimbangan individual dan sosial serta memenuhi kebutuhan hari ini dan mendatang, baik secara material maupun spiritual.

KEENAM : Memperoleh budaya bangsa adalah bagian integral perjuangan KOSGORO 1957. Organisasi ini harus berupaya memperkuat budaya bangsa, baik melalui pengembangan seni budaya tradisional, memperkokoh wawasan kebangsaan, menjujung tinggi penegakan hukum dan hak azasi manusia, serta menggairahkan kehidupan yang demokrasi berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Upaya diatas dimaksudkan untuk melahirkan bangsa yang kuat, yakni bangsa yang religius, memiliki etos kerja yang tinggi, disiplin sosial yang tangguh, bertaqwa dan patriotik. KETUJUH : Sebagai bagian dari peran pembina kehidupan politik bangsa, maka bagi KOSGORO 1957 usaha mendorong demokrasi politik juga mendapatkan perhatian yang sungguhsungguh. Menurut KOSGORO 1957 dalam masyarakat yang demokratis, juga tercipta kehidupan politik yang berorentasi pada kerakyatan. Untuk itu, perlakuan privilege (istimewa) atas kelompok elit politik tertentu, jelas bertentangan dengan demokrasi politik. Bila demokrasi dalam bidang politik dan demokrasi berkembang dalam kehidupan bangsa, maka tumbuh bangsa Indonesiayang tangguh, mandiri, patriotik, dan berdaya saing tinggi. Dalam kehidupan demokrasi, KOSGORO 1957 ikut mendorong agar kualitas peranan institusi politik baik supra maupun infa struktur tumbuh berkembang secara modern dan demokrasi serta memahami tuntutan, aspirasi dan agregasi politik rakyat dengan menjunjung tinggi makna kedaulatan rakyat. Dalam perspektif demokrasi ini, maka KOSGORO 1957 sebagai cikal bakal GOLKAR tetapi menjaga dan memelihara hubungan histories serta berada di barisan terdepan Partai GOLKAR. KOSGORO 1957 harus mendorong terbentuknya para pemimpin bangsa yang memiliki Sense of Priority (lebihlebih menghadap suatu krisis) Sense of Responsibility (memiliki kemampuan merespon secara maksimal tantangan yang dihadapi) Sense of National Solidarty (mampu membangun persaudaraan nasional dengan sikap kenegaraan). Kemimpian ini merupakan pengejawatahan dari karakter Institutional Leadership dan bukan sekedar Administrative Leadership, Pemimpin seperti ini bukan sekedar pemimpin birokrasi, tetapi pemimpin yang berkualitas Negarawan.

  • 8/September/2020
  • MANIFESTO